Kutipan
: Imam Fadloli
Bila
ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang
penuh dengan rasa sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia
itu adalah rumah tangga yang hancur, suami istri saling menyalahkan, curiga,
tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah dan rahmah.
Sebagaimana
kita ingat rasul bersabda bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri
sholihah. Yang akan menjadikan rumah kita bak surga,baiti jannati. Sejak
pernikahan ini, mulai saat ini sampai akhir hayat kita, Insya Allah, istri Kita
akan menjadi mitra, patner dan sabahat terbaik. Dengan dialah, kita berbagi
berbagai kejadian, melewatkan hari dan tahun bersama. Dengannya lah kita
berbagi suka, duka, impian, harapan dan juga kecemasan. Ketika kita sakit,
dialah yang akan merawat, ketika kita memerlukan pertolongan dia akan
mengupayakan semua yang dia bisa lakukan bagi kita. Ketika kita berbagi rahasia
padanya, dia akan menjaga rahasia itu dengan amanah; ketika kita perlu nasehat,
dia akan memberikan nasehat yang terbaik. Dan dia akan selalu bersama
kita. 
Allah
mengingatkan kepada manusia yang mencari keberadaanNya bahwa salah satu
tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menjadikan rasa kasih dan sayang. Allah
berfirman:
"Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir".
(QS. 30:21)
Tetapi
hati manusia bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sangat dinamis. Perasaan
dapat berubah setiap waktu. Dan cinta pun dapat terbang dan hilang. Ikatan
pernikahan pun bisa menjadi lemah bila tidak dijaga dengan baik dan kebahagian
di dalam rumah tangga pun tidak bisa dijamin akan berlangsung terus. Perlu
usaha dari kedua belah pihak suami istri untuk saling menjaga keberlangsungan
cinta dan kasih mereka. Ibarat sebuah pohon, tanahnya perlu dirawat, dijaga dan
dipupuk.
- Di
dunia kita, kita hidup di kehidupan yang sibuk dan melelahkan di kelilingi
oleh berbagai macam schedule dan deadline. Bagi pasangan, ini artinya
kemungkinan agan tidak bisa meluangkan waktu bersama-sama dan berada
sendiri di tengah-tengah kesibukan kerja dan komitmen tugas. kita jangan
membiarkan hal ini terjadi terus menerus. Cobalah sesekali kita luangkan
waktu untuk melakukan kegiatan secara periodik dengan istri. Ingat rasul
juga pernah meluangkan waktunya untuk berlomba lari dengan Aisyah
r.a. Keluar
dengan istri sesering mungkin, lakukan aktivitas bersama, mengunjungi
teman bersama, piknik bersama atau sekedar berbelanja di mall bersama.
- Selalu
jaga romantika dalam hubungan. Kehidupan modern hampir mengubah kita
menjadi robot atau mesin teknologi tinggi tanpa emosi. Menunjukkan emosi
dan perasaan yang kita rasakan perlu untuk menjaga ikatan pernikahan
terhindarkan dari berkarat, peluruhan. Sebagaimana rasul bersabda untuk menunjukkan
rasa kasih dan sayang pada saudara yang kita cintai, "Katakanlah kepadanya kalau
engkau mencintai saudaramu," sebuah hadist untuk menunjukkan cinta
kepada teman karena ikatan ukhuwah. Terlebih lagi bila istri kita yang
terikat dengan ikatan suci pernikahan, nyatakanlah.
- Jangan
meremehkan hal-hal penting yang terlihat kecil, seperti membawakan
belanjaannya, memijit bahunya atau membukakan pintu mobil dan sebagainya.
Ingatlah bahwa rasul pernah menyediakan kakinya untuk membantu istrinya
naik ke atas unta.
- Usahakanlah
untuk menyediakan waktu sholat berjamaah dengan istri. Memperkuat hubungan
kita dengan Allah merupakan jaminan terbaik agar pernikahan kita akan
selalu terjaga kuat. Merasakan kedekatan dan kedamaian dalam hubungan kita
dengan Allah akan terimplikasikan dalam hubungan kita dengan istri di
rumah. Ingatlah bagaimana rasul memberikan apresiasi yang sangat besar
bagi pasangan yang bangun malam hari untuk sholat malam (tahajjud) bersama
atau seorang istri/suami yang membangunkan pasangannya untuk sholat lail
sekalipun dengan memercikkan air di muka pasangannya.
- Lakukan
usaha terbaik kita untuk menjadi terbaik bagi istri dengan kata-kata dan
dengan perbuatan. Bicaralah padanya dengan baik, senyum padanya,
minta nasehatnya, mintalah pendapatnya, dan luangkan waktu yang
berkualitas dengannya dan selalu ingat bahwa rasul bersabda "Yang terbaik diantara kamu
adalah terbaik memperlakukan istrinya".
Adalah
hal biasa yang terjadi dimana pasangan berjanji untuk mencintai dan menghormati
istri/suaminya sampai maut memisahkan mereka. Kita percaya bahwa janji ini
adalah baik dan sangat baik. Tetapi hal ini tidak cukup harus mencintai apa
yang dicintai istri kita Keluarganya, dan hal-hal yang dia cintai harus menjadi
kecintaan kita pula.
Tidak cukup pula mencintainya sampai maut memisahkan.
Cinta tidak boleh mati dan kita percaya bahwa ada kehidupan akhirat, kehidupan
setelah mati. Dan insya Allah, akan dipertemukan kelak di akhirat. Sebagaimana
rasul mencintai Khadijah istrinya yang telah menemani beliau selama 25 tahun,
beliau terus menerus mencintai khadijah dan mengingatnya. Setelah kematian
khadijah beberapa tahun berselang, rasulullah tidak pernah melupakannya bahkan
sanak kerabat dan teman khadijah beliau utamakan yang terkadang membuat Aisyah
cemburu.
Cintailah istri kita, dan apa yang dicintainya. Cintailah ia tidak hanya
sampai maut memisahkan tetapi sampai kita dikumpulkan bersama kelak di akhirat,
insya Allah.