Nasehat untuk Suami dan calon suami.


Kutipan : Imam Fadloli

Bila ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang penuh dengan rasa sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia itu adalah rumah tangga yang hancur, suami istri saling menyalahkan, curiga, tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah dan rahmah.

Sebagaimana kita ingat rasul bersabda bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah. Yang akan menjadikan rumah kita bak surga,baiti jannati. Sejak pernikahan ini, mulai saat ini sampai akhir hayat kita, Insya Allah, istri Kita akan menjadi mitra, patner dan sabahat terbaik. Dengan dialah, kita berbagi berbagai kejadian, melewatkan hari dan tahun bersama. Dengannya lah kita berbagi suka, duka, impian, harapan dan juga kecemasan. Ketika kita sakit, dialah yang akan merawat, ketika kita memerlukan pertolongan dia akan mengupayakan semua yang dia bisa lakukan bagi kita. Ketika kita berbagi rahasia padanya, dia akan menjaga rahasia itu dengan amanah; ketika kita perlu nasehat, dia akan memberikan nasehat yang terbaik. Dan dia akan selalu bersama kita. http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/smilies/sumbangan/15.gif

Allah mengingatkan kepada manusia yang mencari keberadaanNya bahwa salah satu tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menjadikan rasa kasih dan sayang. Allah berfirman: 

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". (QS. 30:21)

Tetapi hati manusia bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sangat dinamis. Perasaan dapat berubah setiap waktu. Dan cinta pun dapat terbang dan hilang. Ikatan pernikahan pun bisa menjadi lemah bila tidak dijaga dengan baik dan kebahagian di dalam rumah tangga pun tidak bisa dijamin akan berlangsung terus. Perlu usaha dari kedua belah pihak suami istri untuk saling menjaga keberlangsungan cinta dan kasih mereka. Ibarat sebuah pohon, tanahnya perlu dirawat, dijaga dan dipupuk.
  1. Di dunia kita, kita hidup di kehidupan yang sibuk dan melelahkan di kelilingi oleh berbagai macam schedule dan deadline. Bagi pasangan, ini artinya kemungkinan agan tidak bisa meluangkan waktu bersama-sama dan berada sendiri di tengah-tengah kesibukan kerja dan komitmen tugas. kita jangan membiarkan hal ini terjadi terus menerus. Cobalah sesekali kita luangkan waktu untuk melakukan kegiatan secara periodik dengan istri. Ingat rasul juga pernah meluangkan waktunya untuk berlomba lari dengan Aisyah r.a. Keluar dengan istri sesering mungkin, lakukan aktivitas bersama, mengunjungi teman bersama, piknik bersama atau sekedar berbelanja di mall bersama.
  2. Selalu jaga romantika dalam hubungan. Kehidupan modern hampir mengubah kita menjadi robot atau mesin teknologi tinggi tanpa emosi. Menunjukkan emosi dan perasaan yang kita rasakan perlu untuk menjaga ikatan pernikahan terhindarkan dari berkarat, peluruhan. Sebagaimana rasul bersabda untuk menunjukkan rasa kasih dan sayang pada saudara yang kita cintai, "Katakanlah kepadanya kalau engkau mencintai saudaramu," sebuah hadist untuk menunjukkan cinta kepada teman karena ikatan ukhuwah. Terlebih lagi bila istri kita yang terikat dengan ikatan suci pernikahan, nyatakanlah.
  3. Jangan meremehkan hal-hal penting yang terlihat kecil, seperti membawakan belanjaannya, memijit bahunya atau membukakan pintu mobil dan sebagainya. Ingatlah bahwa rasul pernah menyediakan kakinya untuk membantu istrinya naik ke atas unta.
  4. Usahakanlah untuk menyediakan waktu sholat berjamaah dengan istri. Memperkuat hubungan kita dengan Allah merupakan jaminan terbaik agar pernikahan kita akan selalu terjaga kuat. Merasakan kedekatan dan kedamaian dalam hubungan kita dengan Allah akan terimplikasikan dalam hubungan kita dengan istri di rumah. Ingatlah bagaimana rasul memberikan apresiasi yang sangat besar bagi pasangan yang bangun malam hari untuk sholat malam (tahajjud) bersama atau seorang istri/suami yang membangunkan pasangannya untuk sholat lail sekalipun dengan memercikkan air di muka pasangannya.
  5. Lakukan usaha terbaik kita untuk menjadi terbaik bagi istri dengan kata-kata dan dengan perbuatan. Bicaralah padanya dengan baik, senyum padanya, minta nasehatnya, mintalah pendapatnya, dan luangkan waktu yang berkualitas dengannya dan selalu ingat bahwa rasul bersabda "Yang terbaik diantara kamu adalah terbaik memperlakukan istrinya".
Adalah hal biasa yang terjadi dimana pasangan berjanji untuk mencintai dan menghormati istri/suaminya sampai maut memisahkan mereka. Kita percaya bahwa janji ini adalah baik dan sangat baik. Tetapi hal ini tidak cukup harus mencintai apa yang dicintai istri kita Keluarganya, dan hal-hal yang dia cintai harus menjadi kecintaan kita pula.

Tidak cukup pula mencintainya sampai maut memisahkan. Cinta tidak boleh mati dan kita percaya bahwa ada kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati. Dan insya Allah, akan dipertemukan kelak di akhirat. Sebagaimana rasul mencintai Khadijah istrinya yang telah menemani beliau selama 25 tahun, beliau terus menerus mencintai khadijah dan mengingatnya. Setelah kematian khadijah beberapa tahun berselang, rasulullah tidak pernah melupakannya bahkan sanak kerabat dan teman khadijah beliau utamakan yang terkadang membuat Aisyah cemburu.

Cintailah istri kita, dan apa yang dicintainya. Cintailah ia tidak hanya sampai maut memisahkan tetapi sampai kita dikumpulkan bersama kelak di akhirat, insya Allah.